One More.....Chocodot!!!
Pada
suatu ketika, nabi Musa akan menemui Allah di bukit Sinai. Seorang yang sangat
saleh mengetahui hal tersebut dan mendatangi nabi Musa. Ia berkata, “Wahai nabi
Allah, selama hidup ini saya telah berusaha menjadi orang yanga baik dengan
shalat, puasa, haji dan kewajiban beragama lainnya. Saya banyak menderita
karenanya, namun itu tak masalah. Saya hanya ingin tahu apa yang Allah akan
berikan kepadaku nanti. Tolong tanyakan kepadaNya”
Nabi
Musa menyanggupi permintaan salah satu orang saleh tersebut lalu meneruskan
perjalanan menuju bukit Sinai. Di tengah perjalanan, beliau terhenti karena ada
pemuda pemabuk di pinggir jalan. Pemuda itu bertanya akan kemana nabi Musa.
Ketika nabi Musa menjawab akan bertemu Allah di bukit Sinai, pemabuk itu
berkata:
“Aku
adalah peminum, aku tidak pernah shalat, tidak puasa, atau amalan shaleh
lainnya, tanyakan kepada Allah apa yang dipersiapkan untukku oleh-Nya nanti.”
Nabi
Musa menyanggupi permintaan yang cukup aneh tersebut untuk menyampaikannya
kepada Allah. Sekembalinya dari Sinai, ia menyampaikan jawaban Allah untuk
orang saleh tersebut. Allah memberikan pahala besar dan hal yang indah-indah.
Si orang saleh tersebut menanggapi biasa saja dan ia mengatakan bahwa ia telah
menduga hal tersebut. Sedangkan ketika bertemu si pemabuk, nabi Musa
menyampaikan bahwa pemuda itu akan diberikan tempat yang paling buruk. Ketika
mendengar ucapan nabi Musa, pemabuk itu berdiri dan justru menari-nari dengan
riang gembira.
Nabi
Musa pun heran, kenapa pemabuk itu justru gembira, padahal ia dijanjikan tempat
yang paling buruk. Beliau bertanya kepada pemabuk itu, ada apa gerangan hingga
segembira itu.
“Alhamdulillah.
Saya tidak peduli tempat mana yang telah Tuhan persiapkan bagiku. Aku senang
karena Tuhan masih ingat kepadaku. Aku pendosa yang hina-dina. Aku dikenal
Tuhan! Aku kira tidak seorang pun yang mengenalku,” jawab pemabuk itu dengan
rasa bahagia yang terpancar di wajahnya.
Namun
setelah beberapa waktu, nasib keduanya pun berubah, justru orang yang saleh
berada di neraka dan si pemabuk berada di surga. Nabi Musa yang takjub bertanya
kepada Allah, demikian jawaban Allah:
“Orang
yang pertama dengan segala amal salehnya tidak layak memperoleh anugerah-Ku
karena anugerah tidak dapat dibeli dengan amal saleh. Orang kedua itu membuatKu
senang karena ia senang dengan apapun yang Aku berikan kepadanya. Senangnya
karena pemberian-Ku menyebabkan Aku senang kepadanya”
Dari
cerita diatas, ada beberap hal yang bisa kita pahami. Bukan berarti seorang
yang tidak taat beribadah bisa masuk surga, sama sekali bukan itu. Namun sikap
bersyukurlah yang disukai oleh Allah. Selain itu sikap berpuas diri dan
menganggap diri pantas menerima anugrah dari Allah justru dapat menjerumuskan
kita kepada api neraka karena sama saja memperjualbelikan amal ibadah kita
dengan balasan dari Allah. Demikian dalam suatu cerita pasti terkandung hikmah
bagi orang-orang yang mau berpikir. (iwan)
sumber : http://ervakurniawan.wordpress.com/2011/11/16/ridha-ilahi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar