Surat
Cinta Dari Sangkakala
Pengarang:
Acep Syahril
Ya
Allah
telah
kami terima surat cintamu
tertanggal
hari ini yang dikirim peniup
seruling
sejati diantara kealfaan dan
keasyik
masyukkan kami surat cinta yang
engkau
tulis dengan tinta biru sebagai
tanda
kasih dan maha sayangmu surat cinta
yang
begitu panjang menegangkan yang engkau
tulis
tak sampai dalam satu tarikan nafas
membuat
kami terus menangis terisak tersedu
membaca
gugusan kata-kata hancur berserak dengan
tubuh
dan nyawa terlunta-lunta
Surat
cinta yang bercerita tentang tanah darat
laut
udara sebagai ungkapan rindumu yang membuat
kami
malu kami tau inilah surat cintamu yang
telah
engkau janjikan itu dan telah kami terima
saat
mata hati dan perasaan kami menjauh fana
Ya
Allah
inikah
surat cintamu dengan segala
keputusan
yang harus kami terima selain bencana
korupsi
yang nyaris membuat kami hilang akal
dan
putus asa surat cinta yang kertasnya
lembab
di tangan kesedihan tak berkira dengan
torehan
luka maha dalam
surat
cinta yang bercerita tentang hujan dan panas
surat
cinta yang bercerita tentang air berwajah
beringas
dengan lidah api dari laut lepas surat
cinta
yang bercerita tentang angkasa dan
burung-burung
meranggas
surat
cinta yang bercerita tentang pohon-pohon
dan
akar yang dikelupas
surat
cinta yang bercerita tentang tanah pasir
dan
lendir panas
surat
cinta yang bercerita tentang tanah
rumah
dan nyawa yang hilang nafas
Ya
Allah
inikah
surat cintamu yang penuh cemburu itu
yang
dikirim peniup seruling sejatimu
disaat
kami lupa mengingat dan merayumu
surat
cinta yang memang sepatutnya kami terima
sebagai
bukti bahwa kau benar-benar maha
mencintai
sementara kami berpaling dari kemaha
asih
dan sayangmu
Ya
Allah
maafkanlah
kami yang telah berselingkuh dari
kemaha
setiaanmu dan berpaling ke cinta yang
tak
kau ridhoi dengan menabur fitnah hasut dan
saling
ingin menguasai tanah sekerabat sedarah
seurat
tanah yang kau ciptabentang tegakkan urat
yang
kau sebarsuburkan dan darah yang kau
alirhidupkan
telah kami
rusak
dengan saling mencacah menumbuk
penuh
takabur dengan kekuatan
kerakusan
dan keserakahan
tapi
kini apa yang kami cintai itu telah
engkau
ratakan dengan tanah harta tahta
dan
dunia berubah runta darah daging dan tulang
membusuk
dimana-mana
Sekarang
kami tak tau di mana ayah di mana
ibu
di mana anak di mana adik di mana kakak
di
mana ipar di mana keponakan di mana
saudara
famili kerabat dan handai tauland
di
mana di mana di mana yatim kan kami titipkan
Ya
Allah
hari
ini kami baru sadar akan jalan pulang
setelah
membaca surat cintamu yang panjang
menegangkan
surat cinta yang mengingatkan kami
untuk
bertandang menemu cahya menemu gulita
menemu
alfa menemu cinta
Surat
cinta yang mengajarkan kami untuk
pulang
ke bilik ke latifa ke bilik ke sadik
ke
bilik baqa
ya
Allah
ampunilah
kami hamba-hambamu yang tak punya
malu
ini ampunilah ampunilah ampunilah kami
ya
Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar